Sabtu, 22 Oktober 2016

Cerita Dibalik Pasar Baru Kranji

















Kita sudah tak asing lagi bila mendengar kata pasar.
Pasti yang terbayang dalam benak pikiran Anda ialah kotor, bau, dan tidak nyaman
Bila bersaing masalah harga, lebih murah dibandingkan dengan pasar lainnya.
Banyaknya pilihan jenis kebutuhan pangan membuat daya tarik tersendiri.
Sistem tawar-menawarnya yang menjadi ciri khas pasar ini.

Pasar yang dimaksud adalah pasar tradisional. Di Kota Bekasi, ada salah satu pasar tradisional yang selalu ramai dikunjungi warga. Entah itu pagi, siang, malam bahkan dinihari. Pasar itu terletak di jalan F. Asri 2 Kel. Jaka Sampurna, Kec. Bekasi Barat, Kota Bekasi, yang bernama Pasar Baru Kranji. Di sini tempat para pedagang untuk mencari rezeki demi memenuhi kelangsungan hidupnya.

Di pasar ini, semua kebutuhan pangan sehari-hari tersedia di tempat ini. Mulai dari sayuran, beras, buah-buahan, daging, telur, jajanan, dsb. Sehingga menjadi pilihan utama masyarakat dari dalam maupun luar Bekasi untuk berbelanja di sini. Di pasar ini lokasinya lumayan luas. Ini yang menjadikan pasar tersebut menjual beragam kebutuhan pokok manusia. Pada
hakikatnya, pasar tersebut merupakan pasar induk terbesar kedua di Kota Bekasi.
Semakin berkembangnya zaman keberadaan pasar ini, semakin banyak pesaing. Mereka berlomba-lomba menciptakan pasar yang jauh lebih layak dari pasar tersebut. Seperti membuat pasar modern di dalam mall yang ditambahkan fasilitas AC pendingin. Namun, pasar tradisional ini tidak bisa ditandingi, karena masih menempati prioritas utama masyarakat untuk berbelanja dengan harga yang murah dan bersahabat.

Agus sapaan akrabnya merupakan salah satu pedagang stik kentang yang berjualan di Pasar Baru Kranji dengan menggunakan gerobak. "Saya berjualan di sini dengan alasan, bahwa saya merasa nyaman dan mendapatkan untung yang lumayan buat membiayai kebutuhan keluarga saya sehari-hari" ujar Agus.

Selain harganya murah dan bisa tawar-menawar, ternyata pasar ini memberikan manfaat secara materi untuk para pedagang. "Mereka bersaing secara sehat dalam menjajakan jualannya, ini yang membuat saya betah untuk bertahan di sini dan mempunyai banyak teman" ungkap Agus. Untuk itu, pasar ini mempunyai cerita dan kenangan bagi pedagang dan pembeli yang tak terlupakan.

Oleh : Nino Eka Putra

Mahasiswa PNJ Prodi Jurnalistik

2 komentar:

  1. Nice, mau sebesar, selengkap apapun mall atau supermarket, tetap tidak mengalahkan pesona pasar tradisional.

    BalasHapus
  2. Wahh tak bisa berkata apa-apa lagi. Nice!

    BalasHapus