Kita sudah tak asing lagi bila
mendengar kata pasar.
Pasti yang terbayang
dalam benak pikiran Anda ialah kotor, bau, dan tidak nyaman
Bila bersaing masalah
harga, lebih murah dibandingkan dengan pasar lainnya.
Banyaknya pilihan jenis
kebutuhan pangan membuat daya tarik tersendiri.
Sistem tawar-menawarnya
yang menjadi ciri khas pasar ini.
Pasar yang dimaksud adalah pasar tradisional. Di Kota Bekasi, ada salah satu pasar tradisional yang
selalu ramai dikunjungi warga. Entah itu pagi, siang, malam bahkan dinihari. Pasar itu
terletak di jalan F. Asri 2 Kel. Jaka
Sampurna, Kec. Bekasi Barat, Kota Bekasi, yang bernama Pasar Baru Kranji. Di
sini tempat para pedagang untuk mencari rezeki demi memenuhi kelangsungan
hidupnya.
Di pasar ini, semua kebutuhan pangan sehari-hari
tersedia di tempat ini. Mulai dari sayuran, beras, buah-buahan, daging, telur,
jajanan, dsb. Sehingga menjadi pilihan utama masyarakat dari dalam maupun luar
Bekasi untuk berbelanja di sini. Di pasar ini lokasinya lumayan luas. Ini yang
menjadikan pasar tersebut menjual beragam kebutuhan pokok manusia. Pada
hakikatnya, pasar tersebut merupakan pasar induk
terbesar kedua di Kota Bekasi.
Semakin berkembangnya zaman keberadaan pasar ini,
semakin banyak pesaing. Mereka berlomba-lomba menciptakan pasar yang jauh lebih
layak dari pasar tersebut. Seperti membuat pasar modern di dalam mall yang
ditambahkan fasilitas AC pendingin. Namun, pasar tradisional ini tidak bisa
ditandingi, karena masih menempati prioritas utama masyarakat untuk berbelanja
dengan harga yang murah dan bersahabat.
Agus sapaan akrabnya merupakan salah satu pedagang
stik kentang yang berjualan di Pasar Baru Kranji dengan menggunakan gerobak.
"Saya berjualan di sini dengan alasan, bahwa saya merasa nyaman dan
mendapatkan untung yang lumayan buat membiayai kebutuhan keluarga saya
sehari-hari" ujar Agus.
Selain harganya murah dan bisa tawar-menawar, ternyata
pasar ini memberikan manfaat secara materi untuk para pedagang. "Mereka
bersaing secara sehat dalam menjajakan jualannya, ini yang membuat saya betah
untuk bertahan di sini dan mempunyai banyak teman" ungkap Agus. Untuk itu,
pasar ini mempunyai cerita dan kenangan bagi pedagang dan pembeli yang tak terlupakan.
Oleh
: Nino Eka Putra
Mahasiswa
PNJ Prodi Jurnalistik

Nice, mau sebesar, selengkap apapun mall atau supermarket, tetap tidak mengalahkan pesona pasar tradisional.
BalasHapusWahh tak bisa berkata apa-apa lagi. Nice!
BalasHapus