Sabtu, 29 Oktober 2016

Tak Perlu Malu Berbicara Bahasa Bekasi


Komunitas Nyo Selametin Bahasa Bekasi (NSBB), mengadakan acara untuk warga Bekasi agar tidak malu menggunakan bahasa daerah Bekasi dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu upayanya yakni, dengan melakukan pagelaran seni budaya dan bahasa di kecamatan Medan Satria Bekasi (Minggu, 27/03/2016).
Acara tiga bulanan itu berhasil menyedot perhatian pengunjung. Ribuan warga tampak antusias menikmati berbagai hiburan budaya di sana. Beberapa kesenian yang ditampilkan seperti Palang Pintu, Pencak Silat, Serta Pantu. Ada Pula bazar kuliner, seperti soto bekasi, kerak telur, bakso, dan asinan.

Selain pagelaran seni dan kuliner, dalam kegiatan ini juga ditampilkan seniman Bekasi Engkong Guntur. Seniman tersebut menampilkan pantun-pantun khas Bekasi yang membuat pengunjung tertawa terbahak-bahak. Beliau bermain pantun sangat baik dan bagus, karena ia mempunyai prestasi yang membanggakan dalam menjaga kesenian asli Bekasi.

Panitia NSBB, Sucipto Saputra mengatakan, sebagai bentuk pelestarian budaya dan bahasa Bekasi, pagelaran seperti ini sangat cocok untuk bersosialisasi kepada masyarakat agar bangga dengan bahasa asli Bekasi.

“Kalau kita lihat, anak-anak muda sekarang sudah malu memakai bahasa Bekasi, sebagai bahasa sehari-hari. Padahal orang dari luar Bekasi yang bekerja dan bertempat tinggal di sini tidak malu memakai bahasa asli daerah mereka, kenapa kita mesti malu dengan bahasa sendiri, “ ujarnya.

“Bahasa Bekasi itu berbeda dengan bahasa Betawi. Kalau logat kemungkinan agak mirip, tapi kalau bahasanya berbeda, karena Betawi mengganti akhiran a menjadi e, “ ungkapnya. Sebagai warga asli kelahiran Bekasi, harus mendukung acara ini dengan baik dan ikut berpartisipasi dengan komunitas NSBB untuk keliling Bekasi dalam melakukan sosialisasi budaya dan bahasa Bekasi.


Setelah acara ini diharapkan pemerintah menerapkan kurikulum bahasa daerah Bekasi di setiap sekolah yang berada di lingkungan Bekasi, supaya bahasa dan logat Bekasi tetap eksis di tanah sendiri. Ini semua bertujuan untuk menjaga dan melestarikan bahasa Bekasi, agar tidak punah oleh zaman.

3 komentar: