Komunitas Nyo Selametin Bahasa Bekasi (NSBB), mengadakan acara
untuk warga Bekasi agar tidak malu menggunakan bahasa daerah Bekasi dalam
kehidupan sehari-hari. Salah satu upayanya yakni, dengan melakukan pagelaran
seni budaya dan bahasa di kecamatan Medan Satria Bekasi (Minggu, 27/03/2016).
Acara tiga bulanan itu berhasil menyedot
perhatian pengunjung. Ribuan warga tampak antusias menikmati berbagai hiburan
budaya di sana. Beberapa kesenian yang ditampilkan seperti Palang Pintu, Pencak
Silat, Serta Pantu. Ada Pula bazar kuliner, seperti soto bekasi, kerak telur,
bakso, dan asinan.
Selain pagelaran seni dan kuliner,
dalam kegiatan ini juga ditampilkan seniman Bekasi Engkong Guntur. Seniman
tersebut menampilkan pantun-pantun khas Bekasi yang membuat pengunjung tertawa
terbahak-bahak. Beliau bermain pantun sangat baik dan bagus, karena ia
mempunyai prestasi yang membanggakan dalam menjaga kesenian asli Bekasi.
Panitia NSBB, Sucipto Saputra
mengatakan, sebagai bentuk pelestarian budaya dan bahasa Bekasi, pagelaran
seperti ini sangat cocok untuk bersosialisasi kepada masyarakat agar bangga
dengan bahasa asli Bekasi.
“Kalau kita lihat, anak-anak muda
sekarang sudah malu memakai bahasa Bekasi, sebagai bahasa sehari-hari. Padahal
orang dari luar Bekasi yang bekerja dan bertempat tinggal di sini tidak malu
memakai bahasa asli daerah mereka, kenapa kita mesti malu dengan bahasa
sendiri, “ ujarnya.
“Bahasa Bekasi itu berbeda dengan
bahasa Betawi. Kalau logat kemungkinan agak mirip, tapi kalau bahasanya
berbeda, karena Betawi mengganti akhiran a menjadi e, “ ungkapnya. Sebagai
warga asli kelahiran Bekasi, harus mendukung acara ini dengan baik dan ikut
berpartisipasi dengan komunitas NSBB untuk keliling Bekasi dalam melakukan
sosialisasi budaya dan bahasa Bekasi.
Setelah acara ini diharapkan pemerintah
menerapkan kurikulum bahasa daerah Bekasi di setiap sekolah yang berada di lingkungan
Bekasi, supaya bahasa dan logat Bekasi tetap eksis di tanah sendiri. Ini semua
bertujuan untuk menjaga dan melestarikan bahasa Bekasi, agar tidak punah oleh
zaman.

Acaranya seru banget ya, unik dan kreatif, patut diacungkan jempol nih.
BalasHapusWaw mantapp no. Keep writing!!
BalasHapusbahasa daerah gitu no?
BalasHapus