Sabtu, 29 Oktober 2016

Lautan Manusia di KRL Commuterline pada Hari Kerja


Kereta api commuterline merupakan salah satu transportasi yang banyak dipiliih oleh orang, karena harganya yang murah dengan waktu tempuh yang relatif lebih cepat. Sehingga transportasi ini menjadi pilihan utama dan selalu dipadati oleh lautan manusia pada hari kerja.

Kepadatan bukan hanya terjadi di jalan raya saja, tetapi juga di kereta api commuterline Jabodetabek pada hari kerja. Hiruk pikuk penumpang dan berjejalnya peron stasiun juga menjadi pemandangan menarik. Mulai dari remaja, dewasa, bahkan orangtua pun rela berdesak-desakan di kereta api demi mencari pendidikan dan nafkah untuk sanak keluarganya.

Kereta Commuterline dipadati oleh penumpang saat berangkat kerja, kuliah atau lainnya mulai pukul 06.30—09.30 WIB. Dan saat pulang kantor, kuliah atau lainnya mulai pukul 16.30—20.00 WIB.
“Sebagian orang lebih memilih naik kereta commuterline dibandingkan dengan kendaraan lain. Alasannya, kereta commuterline lebih memudahkan orang-orang pekerja, pelajar/mahasiswa di Jabodetabek khususnya daerah Jakarta agar terhindar dari kemacetan dan menghemat jarak waktu tempuh ke kantor atau tempat lainnya” ujar Putri pengguna kereta Commuterline. Hal ini menyebabkan kereta commuterline selalu ramai oleh penumpang, karena kendaraan ini menjadi pilhan utama warga Jabodetabek.

Untuk stasiun dan arah rute tujuan yang selalu dipadati oleh penumpang mulai dari arah Bekasi, Kranji, Cakung, Klender Baru, Buaran, Jatinegara, manggarai, Cikini hingga Jakarta Kota. Dari arah Jatinegara, Kemayoran, Pasar Senen, hingga Kampung Bandan. Dari arah Bogor, Cileubeut, Citayam, Depok, Depok Baru, Pondok Cina, Lenteng Agung, Pasar Minggu, Cawang, Tebet, manggarai, Sudirman, Tanah Abang. Dari arah Tanah Abang, Palmerah, Parung Panjang. Dan terakhir arah Duri, Tangerang.

Dengan banyaknya penumpang, maka otomatis berimbas pada jadwal pemberangkatan KRL semakin padat. Terkadang harapan tidak selalu sesuai dengan rencana. Masalah yang sering menjadi keluhan pengguna KRL adalah jadwal. Kereta meleset dari jadwal yang ditetapkan biasanya karena gangguan sinyal atau antrean masuk stasiun.

“Untuk mencairkan suasana saat berdesak-desakan di dalam kereta, biasanya sebagian penumpang mengisinya dengan mendengarkan musik dengan headset, membaca koran, dan bermain gadget” kata Anggara penumpang KRL. Hal terpenting selalu waspada terhadap lingkungan sekitar dan menjaga barang bawaan seperti tas, hp, dompet, dan lainnya agar tidak berpindah tangan saat berdesak-desakan di kereta.

Pihak KJC pun sudah menambahkan gerbong rangkaian kereta menjadi 12 rangkaian kereta untuk mengatasi membludaknya penumpang di setiap stasiun. Selain itu, keamanan di stasiun  maupun di dalam rangkaian kereta terjamin. Dan yang terpenting mengontrol setiap hari mulai dari jalur rel, AC pendingin kereta, rangkaian gerbong, kebersihan, dsb. Itu semua dilakukan untuk menciptakan kenyamanan dan keamanan penumpang saat berada di stasiun maupun dalam kereta.



2 komentar:

  1. wkwkwkw beberapa kali pernah ngerasain kaya gini nih dan itu benar-benar penuh kesabaran yang tinggi wkwkw.

    BalasHapus
  2. Mesti sabar-sabar kalo udah masuk kereta yg penghuninya udah bejubel seperti itu..

    BalasHapus