Kepadatan
bukan hanya terjadi di jalan raya saja, tetapi juga di kereta api commuterline Jabodetabek pada hari
kerja. Hiruk pikuk penumpang dan berjejalnya peron stasiun juga menjadi
pemandangan menarik. Mulai dari remaja, dewasa, bahkan orangtua pun rela
berdesak-desakan di kereta api demi mencari pendidikan dan nafkah untuk sanak
keluarganya.
Kereta
Commuterline dipadati oleh penumpang
saat berangkat kerja, kuliah atau lainnya mulai pukul 06.30—09.30 WIB. Dan saat
pulang kantor, kuliah atau lainnya mulai pukul 16.30—20.00 WIB.
“Sebagian
orang lebih memilih naik kereta commuterline
dibandingkan dengan kendaraan lain. Alasannya, kereta commuterline lebih memudahkan orang-orang pekerja,
pelajar/mahasiswa di Jabodetabek khususnya daerah Jakarta agar terhindar dari
kemacetan dan menghemat jarak waktu tempuh ke kantor atau tempat lainnya” ujar
Putri pengguna kereta Commuterline. Hal
ini menyebabkan kereta commuterline selalu ramai oleh penumpang, karena kendaraan
ini menjadi pilhan utama warga Jabodetabek.
Untuk
stasiun dan arah rute tujuan yang selalu dipadati oleh penumpang mulai dari arah
Bekasi, Kranji, Cakung, Klender Baru, Buaran, Jatinegara, manggarai, Cikini
hingga Jakarta Kota. Dari arah Jatinegara, Kemayoran, Pasar Senen, hingga
Kampung Bandan. Dari arah Bogor, Cileubeut, Citayam, Depok, Depok Baru, Pondok
Cina, Lenteng Agung, Pasar Minggu, Cawang, Tebet, manggarai, Sudirman, Tanah
Abang. Dari arah Tanah Abang, Palmerah, Parung Panjang. Dan terakhir arah Duri,
Tangerang.
Dengan banyaknya penumpang,
maka otomatis berimbas pada jadwal pemberangkatan KRL semakin padat. Terkadang
harapan tidak selalu sesuai dengan rencana. Masalah yang sering menjadi keluhan
pengguna KRL adalah jadwal. Kereta meleset dari jadwal yang ditetapkan biasanya
karena gangguan sinyal atau antrean masuk stasiun.
“Untuk
mencairkan suasana saat berdesak-desakan di dalam kereta, biasanya sebagian
penumpang mengisinya dengan mendengarkan musik dengan headset, membaca koran,
dan bermain gadget” kata Anggara
penumpang KRL. Hal terpenting selalu waspada terhadap lingkungan sekitar dan menjaga
barang bawaan seperti tas, hp, dompet, dan lainnya agar tidak berpindah tangan
saat berdesak-desakan di kereta.
Pihak
KJC pun sudah menambahkan gerbong rangkaian kereta menjadi 12 rangkaian kereta
untuk mengatasi membludaknya penumpang di setiap stasiun. Selain itu, keamanan
di stasiun maupun di dalam rangkaian
kereta terjamin. Dan yang terpenting mengontrol setiap hari mulai dari jalur
rel, AC pendingin kereta, rangkaian gerbong, kebersihan, dsb. Itu semua
dilakukan untuk menciptakan kenyamanan dan keamanan penumpang saat berada di
stasiun maupun dalam kereta.

wkwkwkw beberapa kali pernah ngerasain kaya gini nih dan itu benar-benar penuh kesabaran yang tinggi wkwkw.
BalasHapusMesti sabar-sabar kalo udah masuk kereta yg penghuninya udah bejubel seperti itu..
BalasHapus